Di gudang rumah keluarga Dinda, teronggok sebuah benda kuno yang dulu sangat berjasa dan kini posisinya telah terganti. Dialah mesin ketik. Mesin ketik itu adalah peninggalan kakek Dinda saat kuliah. Kakek membelinya dari teman kampus dalam keadaan sudah bekas. Mungkin usianya 30 tahun lebih kini. Lalu mesin ketik itu diwariskan pada bunda, saat itu bunda masih Sekolah Dasar dan senang menulis.
Mesin ketik terbatuk-batuk karena sekujur tubuhnya dipenuhi debu. Dalam kesendiriannya di dalam gudang, ia sering bernostalgia mengenang masa lalu. Saat pertamakali ia dibeli. Betapa senangnya mesin ketik kala itu. Read the rest of this entry »
