Dongeng Ketika Sang Raja Ngambek

Posted: March 29, 2011 in Lomba

Alkisah diceritakan ada sebuah kerajaan yang dipimpin oleh raja yang begitu kuat. Raja tidak memiliki permaisuri, pangeran, atau bahkan putri. Namun ia memiliki rakyat yang begitu banyaknya. Rakyat yang mencintai sang raja, begitu pula sebaliknya raja sangat mencintai rakyatnya. Mereka terkenal dengan nama Kerajaan Elektronik. Di sana hiduplah televisi, radio, komputer, AC, mesin cuci, mixer, blender, dispenser, lemari es. Namun tak satupun dari mereka pernah bertemu dengan sang raja. Mereka tinggal dalam sebuah istana yaitu rumah milik keluarga Caca.

Suatu hari televisi bertanya pada pada AC ruang tengah, “Pernahkah kau bertemu dengan sang raja?”

AC ruang tengah menjawab, “Belum pernah. Entahlah bagaimana dengan Tuan Radio kau kan paling tua diantara kami, pernahkah kau bertemu dengan sang raja?”

Tuan Radio adalah elektronik paling tua diantara mereka, ia datang lebih dahulu di rumah Caca, “Aku belum pernah bertemu, tapi aku pernah mendengar sang raja berdehem dan bergumam”

“Berdehem? apakah sang raja sakit? lalu bergumam apa? apa kau mendengar gumamnya?”, pertanyaan Televisi berderet bagai kereta api karena penasaran.

“Mungkin usia raja mulai tua dan sakit sakitan, sehingga ia sering berdehem. Kalau bergumam… hmm coba aku ingat… Sepertinya sang raja pernah beberapa kali bergumam berupa keluhan”

“Pasti sang raja mengeluh memikirkan nasib rakyat Elektronik. Pernahkah sang raja mengeluh kepada kita?”

Seluruh rakyat Elektronik yang asyik berbincang di ruang tengah pada menggeleng. Namun perbincangan mereka terpotong saat Caca yang baru pulang sekolah langsung menyalakan televisi tanpa berganti baju dan mencuci kaki, menyaksikan kartun favoritnya.

Anak-anak, kalian pasti juga penasaran siapa sang raja kerajaan Elektronik ini? Mari kita sama-sama mencari tahu di kisah selanjutnya.

Akhirnya perbincangan kerajaan Elektronik sampai ke dapur istana rumah keluarga Caca. Lemari es, blender, mixer, majic jar, dispenser pada heboh memperbincangkan raja mereka. Bahkan mereka menebak rupa sang raja.

“Mungkin sang raja berbadan besar jika berkata menggelegar seperti petir hingga ia malas mengucapkan kata-kata”, tebak nyonya Mixer.

Nyonya Blender tak mau kalah, “Bukan, mungkin wajahnya mengerikan sehingga ia malas menampakkan diri pada kita”

Ocehan di dapur begitu ramai bersahutan. Begitu juga di kamar tidur Caca, kamar tidur kakak, kamar tidur utama, sampai kamar mandi. Seluruh penjuru istana kerajaan Elektronik rumah keluarga Caca ramai dengan obrolan saling menebak raja mereka.

Penghuni kamar utama terdiam seketika, saat papa Caca masuk meletakkan handphone dan laptop di atas meja.

“Kalian ini semuanya hanya bisa mengoceh!!”, Handphone angkat bicara ketika papa Caca sudah keluar dari kamar. “Aku tahu siapa raja kalian!”, lanjut Handphone dengan angkuh.

Seisi istana kerajaan Elektronik rumah keluarga Cica diam seketika.

“Siapa raja kami?”, AC kamar utama penasaran.

Handphone tersenyum bangga, “Listrik! Listrik adalah raja kalian, yang menghidupi kalian”

“Apa itu listrik? seperti apa wujudnya?”, nona Hair Driyer kamar mandi akhirnya ikut bertanya.

“Listrik adalah sumber energi yang disalurkan melalui kabel. Listrik tidak berwujud karena berupa energi. Listrik merupakan energi yang sangat besar yang dihasilkan oleh Perusahaan Listrik Negara. Sedangkan energi listrik alami terbesar dihasilkan oleh petir”, jelas Handphone panjang lebar.

“Kau masih baru diantara kami, jangan merasa sok tahu!”, Tuan Radio tersinggung, ia merasa sebagai yang paling tua tidak ada artinya dalam kerajaan Elektronik karena tak tahu apa-apa.

“Aku mencarinya melalui internet, karena diriku tersambung dengan internet mudah saja bagiku mencari ilmu-ilmu yang tidak kuketahui sebelumnya. Cukup mengetikkan kata maka akan keluar segala macam informasi dan pengetahuan dari seluruh dunia yang ingin aku ketahui”

“Aku juga bisa mengetikkan kata, tapi aku tidak pernah mengerti apa itu internet?”, komputer kamar Caca yang sedari tadi diam ikut mengeluarkan suara.

“Karena kau belum tersambung dengan internet, tidak seperti aku dan Mr. Laptop”, tidak ada respon apapun dari Mr. Laptop. Ia tertidur lelap karena terlalu capek seharian dipakai kerja oleh papa Caca di kantor. “Dan perlu kalian tahu, aku tidak memerlukan listrik untuk menyalakanku setiap hari. Tidak seperti kalian!”, Handphone kembali menyombongkan diri.

“Tapi kita tetap membutuhkan baterai wahai handphone”, tiba-tiba Mr. Laptop bersuara, “Baterei adalah energi cadangan dari listrik yang jika habis maka harus mengisi ulang lagi, tentu saja mengisi ulang dari listrik. Tanpa listrik kita tak dapat hidup”, lalu Mr.Laptop kembali tidur. Handphone pun malu atas kesombongannnya.

“Jangan salah, kami pun membutuhkan energi listrik untuk menyalakan kami”, tiba-tiba suara asing terdengar, “Tanpa listrik kami takkan dapat menerangi saat malam hari tiba”. Ternyata pasukan Lampu ikut bersuara bahwa mereka juga membutuhkan raja listrik.

“Sekarang kita tahu bahwa kerajaan Elektronik membutuhkan raja listrik karena listrik satu-satunya energi yang bisa menghidupkan kita”, tutup Tuan Radio.

Anak-anak, kalian pun akhirnya tahu bahwa sang raja kerajaan Elektronik adalah Listrik. Listrik besar manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Coba kalian bayangkan bagaimana jadinya jika tidak ada listrik? Bagaimana jika suatu saat listrik mati selamanya?

Setelah mengetahui raja mereka adalah Listrik, Kerajaan Elektronik tidak lagi ramai seperti sebelumnya. Hari Minggu pagi seperti biasa, begitu bangun Caca langsung duduk di depan komputer bermain game. Kakak bermain playstation di ruang tengah. Ayah di depan laptop asyik dengan internet. Sementara ibu di dapur membuat kue, suara bising mixer beradu dengan suara playstation. Sementara itu, pasukan lampu tetap menyala meskipun hari sudah semakin terang, begitu juga dengan AC tetap menghembuskan udara dingin di seluruh penjuru rumah.

Raja listrik bergumam sangat pelan, ia mulai mengeluh. Tak lama kemudian raja listrik berdehem, dan… Pettt!! Listrik pun mati.

“Ayahhh, listrik mati!!”, ibu berteriak di dapur.

“Waduhhhh, game ku belum di save!!!”, Caca dan kakak juga berteriak.

Ayah keluar dari kamar, mengecek sikring di luar. “Sepertinya memang listrik mati dari PLN”

Selama satu jam listrik ngambek. Akhirnya ibu melanjutkan mengocok adonan kue menggunakan pengocok tangan dibantu oleh Caca. Ayah dan kakak memperbaiki sepeda di garasi yang sempat terbengkalai. Pintu dan jendela dibiarkan terbuka lebar agar udara segar bisa masuk. Ternyata banyak kegiatan bermanfaat yang bisa dikerjakan untuk menghemat listrik. Listrik merupakan energi yang sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Maka dari itu Anak-anak, gunakan listrik seperlunya matikan yang tidak perlu. Dan ingat! Jangan bermain-main dengan listrik karena berbahaya.

Sumber referensi http://www.fisikanet.lipi.go.id/ dan http://id.wikipedia.org/wiki/Listrik

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Cerita Anak, SariKata 2011

Advertisements
Comments
  1. Test comment pertama….tak magriban dulu yah….

  2. giewahyudi says:

    Wah blog baru ini..

    Selamat datang yaa

  3. ananda says:

    semaga listrik tidak bersumber dari plutonium dan uranium ,,dan segera meninggalkan tenaga fosil….listrik akan menjadi energi sejati bila bersumber dari matahari….

  4. tunsa says:

    woow…moga menang wz…
    salam kenal..makasih dah berkunjung…

  5. atikah says:

    Harus belajar hemat energi ya.
    Zaman saya kecil di kmapung, alat permainan elektronik gak sebanyak sekarang, tapi dulu anak2 bisa kreatif bikin mainan yang macem2, skrg anak2 lbh seneng main playstation, games di internet or nonton tv.

  6. mida says:

    blog khusus dibuat untuk ikut lomba kah? Hehehe… 😀
    Good luck! ^_^

  7. wahahahaha, theme kita sama yah, ikutan lomba juga khan, lam kenal yah, sekalian blogwalking-walking nih hehehe

  8. ysalma says:

    blog baru, langsung dengan cerita untuk lomba, mantep,,
    sukses yaa..

  9. Ceritanya bagus banget. Apalagi berbicara tentang listrik. Pas sekali karena bertepatan dengan peringatan hari mematikan listrik selama 1 jam. Anak2 jadi tahu betapa penting untuk menghemat persediaan listrik

  10. Gaphe says:

    kereen ceritanyaa… konfliknya dapet, karakter masing-masing tokoh juga digambarin begitu jelas seperti misah handphone yang sombong..

    jadi kesimpulannya, meskipun Listrik adalah raja mereka.. PLN tetep Tuhan mereka. hehehehe.

    • segokrawu says:

      terima kasih atas pujiannya 🙂
      Bener juga ya PLN bisa digambarkan Tuhan mereka, tapi ini dongeng untuk anak-anak. Saya takut kalau anak-anak salah penafsiran, he3 😀

  11. M A Vip says:

    sang raja ternyata berbahaya. syukurlah kalo dia mati.

  12. Prima says:

    Sukses mas lombanya.. 😀

  13. wah…
    postingan pertama langsung ngontes…
    keren 🙂

    Semoga sukses kontes nya yaaaa 🙂

    Makasih udah berkunjung ke blog kuuuu 🙂
    Salam kenal ya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s